Postingan

Apakah?

aku tidak tau apakah puisi-puisimu benar adanya? ingin menetap, berteduh, mencari harap bersama? aku tidak tau, mana yang lebih besar, cintamu atau sesalmu? aku hanya ingin ditemani sembari sesak menuju lega sembari lebat menuju reda sembari sakit menuju sembuh aku ingin ditemani barangkali aroma tubuhmu buatku sembuh barangkali usapan kulitmu buatku teduh barangkali bencimu jadi pudar bila kau menetap? aku ingin kau menetap dan ditemani, tapi lupa, bahwa kau tak ingin aku, lagi -fira, 28 Maret 2026

My Mom

“Kalau sudah besar, Putri mau jadi apa?” Mami mencolek pipi Putri dengan gemas. “Hmm… mau jadi Mami!” jawab Putri antusias. Tawa kecil pecah di antara mereka. Hangat. Sederhana. --- “Mami sama Papi kenapa suka berantem sih?" “Kok Papi nggak pulang terus sih?” “Mami jangan lupa minum obat ya…” Pertanyaan-pertanyaan itu dulu keluar begitu saja. Lugu. Tanpa tahu bahwa jawaban-jawabannya terlalu berat untuk seorang anak kecil. --- Waktu kecil, aku sering pulang sekolah dan melihat mobil polisi terparkir di depan rumah. “Putri, kenapa sih rumah kamu banyak polisi terus?” tanya teman-temanku. Aku menjawab santai, seolah itu hal biasa. “Oh, soalnya nenek aku temenan sama polisi.” Padahal… Tenggorokanku terasa kering saat itu. Aku menelan ludah, bingung, takut, perasaan yang bahkan belum bisa aku namai. Dadaku sesak, seperti ada sesuatu yang ingin keluar tapi tertahan. Tangan Mami dikalungi besi dingin. Dikawal masuk ke dalam mobil. Aku lupa… apakah Mami sempat menatapku untuk terakhir ka...

Perjudian

Gambar
"Yaudahaudah, kan aku cuma bilang kalau aku gamau kalau aku ada masalah kamu ikut campur. Gausah!" Suaranya barusan memenggal kalimatku. Dengan emosi yang sama. "Iya aku paham, siapa juga yang ikut campur? Emang selama ini aku ikut campur? Tapi apapun yang terjadi aku tetep ada di sisi atau pihak kamu, mau kamu salah atau bener." Seperti biasa, "Ngapain? Nggak penting juga kamu di mana." Perdebatan selalu terjadi ketika sama-sama menjelaskan tanpa mendengarkan. "Oke!" "Marah kan, Kamu?" Dia menambah kecepatan mengemudinya. "Gini nih, aku males kalo ngobrol sama kamu, ujung-ujungnya diem terus marah." Dia membanting stirnya, menurunkannya di pinggir trotoar. Her POV "Berjudi dengan Tuhan" Ku cuci darah dalam pembalut ini, menyikat celana dalam kotor sambil sesekali menyeka pipi akibat air mata. Setiap kalimat aku mencintaimu ternyata hanya puisi yang tidak akan jadi selamanya. Setiap ingin yang ternyata hany...

Di Ujung Tanduk

Aku di ujung tanduk Kau tau Buku yang kau beri padaku mengajarkan bahwa kita tidak boleh melihat bagian buruknya saja, kita harus melihat semua sisinya, semoga itu juga berlaku untukmu. Buku yang kau beri padaku mengajarkan bahwa kita selalu pantas dirayakan, dibahagiakan apapun yang telah kita lewati, semoga itu juga berlaku untukmu. Buku yang kau beri padaku juga mengajarkan bahwa, tidak menyepelekan hal-hal kecil bagi setiap orang itu adalah hal penting. Aku mengetik sambil melihat pandanganku yang telah kabur ntah karena kantuk atau ancaman pisahmu itu. Sesuatu yang ingin aku ajarkan pada si pemilik buku, sesuatu yang kau anggap sepele itu, adalah hati manusia. Tolong hati-hati. 4 April 2025 Fira

Pasir, Lampu

Gambar
Tuhan, tubuhku bergetar ketika datang kepada Engkau Merapal janji yang aku sendiri tidak tau akan dikhianati atau tak Demi mimpi-mimpi yang selalu aku sebut, aku malu masih menitipkan satu nama yang mampu membuat lumpuh diperjalanan menuju kesepian Tuhan, pasir kemarin menjadi saksi kebahagiaan dan kelap kelip lampu lalu lintas adalah jembatan antara aku dan Kau 14 Maret 2025

Adiksi

Gambar
Tuan, izinkan aku menulis tentangmu, lagi barangkali kau suka, barangkali aku hanya halu dalam diri tapi biarlah, biarlah ini abadi meski hanya jadi fiksi senyumnya adalah adiksi yang menyebabkanmu perlahan mati tak kuat jika tak menikmatinya walau hanya sehari pikirannya seperti teka-teki tak semua orang perduli namun, kau akan jatuh hati  jika sudah mengerti jiwanya bagai puisi tak selalu indah memang namun dapat mengetuk hati dan membuatmu ingin membacanya lagi dan lagi

Ternyata

Aku menyukaimu, dan ternyata kau pernah menyukaiku. Lagi-lagi masalah yang sama, apalagi kalau bukan waktu?