Dia

Awalnya gue sama sekali nggak nyangka bisa punya perasaan sedalam ini ke dia.

Dulu, pas pertama kali masuk kuliah, dia termasuk orang yang cukup vokal waktu masa orientasi. Bahkan sempat jadi salah satu yang genit ke gue di Zoom, tepat setelah kejadian memalukan, video gue ke-pin tanpa sengaja di hari kedua ospek. Karena malu banget, gue sampai keluar dari grup angkatan. Banyak yang nge-chat nanya kenapa, tapi dari semua itu, cuma satu orang yang gue bales, dan itu dia.

Dia nanya kenapa gue keluar, lalu nawarin buat invite gue lagi ke grup. Gue jawab singkat, sekadar “iya, thank you.” Habis itu? Nggak ada interaksi lagi sama sekali.

Sampai akhirnya ada acara festival budaya jurusan. Gue yang biasanya nggak pernah berbaur, tiba-tiba ikut gabung sama anak-anak yang bahkan baru gue kenal hari itu. Malam makin larut, sekitar jam 1 atau 2 pagi, dan gue bingung gimana cara pulang. Tiba-tiba dia nawarin buat pulang bareng karena katanya searah. Tanpa mikir panjang, gue iyain.

Sebelum jalan, dia bahkan minjemin jaketnya ke gue. Sepanjang perjalanan, dia banyak cerita tentang ambisinya di kampus, tentang pengen jadi presma, rencana nabung kelas, dan banyak hal lain. Gue yang energinya udah habis cuma dengerin dan sesekali respon.

Setelah sampai rumah, jaketnya gue balikin. Dan lagi-lagi, setelah itu kita nggak ada interaksi.

Seiring waktu, kita sama-sama masuk HMPS dan kebetulan satu departemen. Tapi hubungan kita biasa aja, bahkan cenderung sering debat soal acara. Setelah satu kegiatan, rasa respect gue ke dia malah berubah jadi nggak suka. Gue ngerasa dia anti kritik, bahkan pernah nyerang gue secara personal waktu rapat evaluasi.

Komunikasi kita tetap sebatas urusan kerja organisasi. Sampai akhirnya naik tingkat, gue jadi sekretaris departemen, dan dia malah ditunjuk jadi kepala departemen. Jujur, itu bikin gue kesel. Apalagi dia sering nyuruh-nyuruh hal yang menurut gue nggak relevan, bahkan pernah minta gue bikin surat pinjam ruangan DNK yang ternyata buat tugas kelompok dia.

Nggak pernah sekalipun gue kepikiran bakal punya hubungan lebih sama dia.

Sampai di semester akhir, ada kegiatan ke puncak. Di situ dia lagi ada masalah sama sahabatnya dan keliatan canggung buat gabung ke yang lain, jadi dia lebih banyak nempel ke gue. Setelah itu, entah kenapa komunikasi kita jadi berlanjut terus di WhatsApp.

Kebetulan juga gue magang di Jakarta Pusat, dekat sama kantornya. Dia beberapa kali ngajak gue jalan, tapi selalu gue tolak. Sampai suatu hari dia bilang lagi stres banget, bahkan sempat kirim video lagi muntah di kantor. Awalnya gue tetap nolak, tapi omongan temen gue kepikiran terus, tentang kemungkinan kita jadi orang terakhir yang dihubungi seseorang saat lagi butuh.

Akhirnya gue iyain.

Sejak itu, dia sering jemput gue pulang kerja. Dari Jakarta Pusat ke Cibubur, lalu dia lanjut balik ke Kebayoran (rumah eyangnya). Kedekatan itu berjalan sekitar tiga bulan (awal Oktober - akhir Desember). Dan di situ gue mulai ngerasa ada yang berubah.

Gue akhirnya memberanikan diri nanya, “what are we?” Tapi dia menghindar, cuma bilang kita temenan. Jawaban itu bikin gue kesel, bahkan gue sampai ngeblok dia.

Nggak lama setelah itu, Instagram dia hilang. Karena khawatir, gue buka blokiran dan nanya. Kita ngobrol panjang lagi, dan dia ngajak gue ngedate (fyi gue sama dia nggak pernah jalan selain di waktu pulang magang jam 6 sore, itupun cuma pulang ke rumah) bahkan sempat ngajak camping, yang langsung gue tolak. Gue bilang kalau mau jalan, gue nggak mau berdua.

Besoknya dia jemput, dan ternyata… dia bawa keluarganya. Ada tante, om, dan adiknya. Nggak kepikiran sama sekali bakal kayak gitu.

Itu jadi "ngedate" pertama kita.

Setelah itu kita makin dekat lagi, tapi kali ini gue nggak mau hubungan yang nggak jelas. Gue minta dia bikin esai 500 kata tentang perasaannya dan arah hubungan kita. Dan dia beneran bikin.

Di pertemuan berikutnya, waktu kita ke pantai, dia akhirnya nyatain perasaannya.

Dan di titik itu, gue sadar, sesuatu yang dulu nggak pernah gue bayangkan, ternyata benar-benar terjadi. Gue jadian sama dia.


16 Mei 2026
Fira

Komentar

Anonim mengatakan…
manis sekali

Postingan Populer