Surat Permohonan

Hai, Nial Glaube

Aku tahu sekarang kita lagi ada di situasi yang nggak enak, dan mungkin ada banyak hal yang terasa berat buat kita berdua. Aku nggak mau memperpanjang atau memaksa sesuatu yang bikin kita makin tertekan, tapi aku merasa perlu untuk menjelaskan sedikit dari sudut pandangku.

Pertama, aku minta maaf kalau cara atau timing aku tadi nggak tepat. Aku tahu mungkin kamu merasa terganggu, dan aku paham kalau kondisi kamu saat itu nggak memungkinkan untuk berbicara lebih lanjut. Aku benar-benar nggak bermaksud bikin kamu marah atau tambah pusing. Aku cuma ingin kepastian tentang perasaanmu, karena belakangan ini aku merasa ada yang beda antara kita.

Aku sayang sama kamu, dan justru karena itu aku jadi khawatir saat ada perubahan yang aku nggak ngerti. Rasanya berat buat aku karena aku selalu menghargai hubungan kita dan apa yang kita bangun bersama. Tapi kalau memang ada sesuatu yang berubah dalam perasaan kamu, aku harap kita bisa bicara tentang itu, meskipun mungkin jawabannya nggak mudah. Aku nggak mau ada salah paham atau terus-menerus berantem tanpa tahu akar masalahnya.

Aku nggak akan memaksa kamu untuk buka blokiran atau langsung ngobrol lagi sekarang, tapi aku harap kamu bisa kasih aku kesempatan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Kalau kamu butuh waktu, aku akan menghargai itu. Tapi aku juga perlu tahu apakah kita masih ada di jalur yang sama atau nggak, biar aku nggak terus-terusan merasa terjebak dalam ketidakpastian.

Aku harap kita bisa bicara dengan tenang suatu hari nanti, dan kalau memang ini akhirnya, aku ingin tahu secara langsung, bukan dalam bentuk sikap yang menggantung. Karena aku percaya, apapun yang terjadi, komunikasi dan kejujuran itu penting dalam hubungan.

Terima kasih sudah baca ini. Aku harap kamu bisa mengerti ya.

Jaga diri baik-baik. Salam sayang, dari aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjudian

My Mom

Apakah?