Papah-ku
Kami sering diskusi mengenai banyak hal. Calon suamiku orang yang jenius, suka anak kecil dan tidak memiliki banyak teman.
Malam ini kami ingin bertemu membahas persiapan kami sedikit lagi untuk hari esok. Namun dia membatalkannya, karena sedang kurang enak badan. Pikirku mungkin dia gugup.
Akhirnya aku berjalan sendirian, sekedar mencari udara segar dan berhenti di toko ice cream.
Kaget, bertemu dia yang membawa 2 ice cream di tangannya, tersenyum lurus ke arah mataku tanpa sepatah katapun.
"Maaf kak, Papahku Mythomania" anak kecil disampingnya menarik jaketku agar aku menunduk kearahnya.

Komentar