Jadi?
Malam ini ada yang datang ke rumah, izin ke ayah mau bermain di taman komplek sebelah. Hari ini ada acara pasar malam, memang tidak mewah, namun ramai meriah.
"Om, saya izin ajak Ratu main ke pasar malam di taman komplek sebelah ya." Izinnya pada Ayah.
"Iya, bawain om martabak ya," kata Ayah yang sedang disalimi Raja. Iya, Raja yang izin ke ayah mau mengajakku pergi ke pasar malam.
"Wah siap, Om, kopinya juga?" Tawarnya yang disambut tawa oleh ayah. Bunda ikut keluar, berbisik pada Raja.
Kata dia, bunda bilang hari ini dia tampan dan wangi. Aku tidak percaya, takut musrik.
Sepanjang jalan dari rumahku ke pasar malam hanya ada suara angin beradu dan knalpot kendaraan. Dari yang pelan sampai yang menyakiti kuping. Kata dia tutup kuping saja jika tidak mau sakit.
Sampai di pasar malam. Dia menawariku jajan es teh poci, harganya lima ribuan, tapi ini sangat spesial. Karena Raja yang membelikannya dan menusukkan sedotan.
"Ratu, aku mau ngomong sesuatu dong," katanya sambil memakan sosis bakar yang tadi dia beli.
"Ngomong apa?"
"Nanti aja di bianglala, ok?"
Bianglala ini tidak sebesar yang ada di dufan atau di tempat bermain lainnya. Hanya bianglala biasa yang menurutku akan luar biasa jika kita naiki berdua.
"Beli buku isinya tebal,
abis itu beli paku.
Ini serius bukan gombal,
mau gak jadi pacarku?"
"HAHAHAHAHA."
"Ih kok ketawa." Dia marah.
"Lagian kamu pantun hahah, kocak!" seruku sambil memegang perut. Tak tahan mendengar suaranya berpantun.
"Sebel," katanya lalu memalingkah wajah.
Dia yang tiba-tiba ngambek, dan aku yang menahan tawa kuat kuat. Hanya suara angin dan suara ramai orang-orang yang terdengar. Sial. Mesinnya mati.
Posisiku dan dia berada di paling atas. Aku menyentuh tangannya. Menggenggamnya erat erat. Takut-takut terjatuh saking tidak kuat menahan beban berat.
Raja tertawa meremehkan. Aku diam tetap menutup mata dan merapalkan doa sambil menggenggam tangannya. Dia bilang,
"Jangan takut, ada aku. Jawab pantun tadi dong," katanya sambil mengelus tanganku.
"Buah markisa,
buah pepaya,
Karena kamu paksa,
Yaudah iya."
Mukanya kaget. Tak percaya jika aku bisa pantun. Pantun dadakan yang muncul di otak.
Jadi, malam ini kita, aku dan Raja, resmi pacaran kan?

Komentar