Adiksi

Tuan, izinkan aku menulis tentangmu, lagi
barangkali kau suka, barangkali aku hanya halu dalam diri
tapi biarlah, biarlah ini abadi meski hanya jadi fiksi

senyumnya adalah adiksi
yang menyebabkanmu perlahan mati
tak kuat jika tak menikmatinya walau hanya sehari

pikirannya seperti teka-teki
tak semua orang perduli
namun, kau akan jatuh hati 
jika sudah mengerti

jiwanya bagai puisi
tak selalu indah memang
namun dapat mengetuk hati
dan membuatmu ingin membacanya lagi dan lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjudian

My Mom

Apakah?